Manusia
hebat tidak akan dikatakan hebat apabila dia sama sekali tidak mengenali
dirinya, tidak mengenali potensi dirinya, dan tidak mengetahui apa yang harus
ia lakukan dengan potensi yang ia miliki tersebut. kira-kira begitulah kalimat
pembuka yang layak kami gambarkan mengenai pentingnya kegiatan "Bimbingan
dan Konseling" dilaksanakan.
![]() |
| dsrahayu.wordpress.com |
Namun,
banyak diantara kita yang belum memahami apa itu bimbingan konseling, dan
bagaimana cara kerjanya. Baiklah, mari kita kenali apa itu bimbingan dan
konseling.
Seperti
kelihatannya, bimbingan konseling terdiri dari dua kata, yaitu bimbingan dan
konseling. Pertama yang kita bahas ialah bimbingan. Bimbingan merupakan
arti dari guidance. Sertzer dan Stone (1966: 3) mengemukakan bahwa guidance
berasal dari kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot,
manager, or steer, artinya: menunjukkan, mengarahkan menentukan, mengatur,
atau mengemudikan. (Victoria Neufeldt, Ed., 1988: 599)
Pada awalnya, belum ada pengertian bimbingan dan konseling secara
formal. Namun pada abad 20 dimunculkan pengertiannya oleh Frank Parson pada
tahun 1951. Menurutnya, “Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada
individu untuk memilih, mempersiapkan diri, dan memangku suatu jabatan, serta
mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya. Pengertian ini masih secara
khusus untuk bimbingan karir.
I Djumhur dan Moh. Surya, (1975: 15) berpendapat bahwa bimbingan
adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada
individu untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Dengan demikian, individu
tersebut memiliki kemampuan untuk memahami dirinya (self understanding), kemampuan
untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan
dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam
mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
Lalu apa itu Konseling?
Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004: 105) adalah proses pemberian
bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor)
kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (klien) yang bermuara pada
teratasinya masalah yang dihadapi klien. Adapun Winkel (2005: 34)
mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari
bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan
agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan
atau masalah khusus.
Dari beberapa pengertian bimbingan dan konseling diatas dapat kita
simpulkan bahwa bimbingan konseling adalah suatu proses pemberian bantuan pada
individu secara berkesinambungan dan sistematis yang dilakukan oleh seorang
ahli dengan tujuan agar individu dapat memahami dirinya, lingkungannya, serta dapat
mengarahkan diri dan mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan
lingkungannya untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk
kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat.
Begitulah pengenalan kami tentang “Bimbingan dan Konseling”, selanjutnya
akan lebih banyak lagi pembahasan yang berkenaan dengan bimbingan konseling
lagi tentunya.
Oleh : Desri Mulyati


0 komentar:
Posting Komentar